Dec 6

Komitmen adalah kesadaran yang utuh untuk apa kita hidup, seperti apa kita menjalaninya, dengan siapa kita memperjuangkannya, sumber nilai dan prinsip apa yang kita ambil menjadi pegangan dalam hidup.

Apa, berapa, siapa, di mana, bagaimana, mengapa ? yang terjadi dalam proses kehidupan kita.

mulai dari PERSEPSI yang menghasulkan PARADIGMA terwujudkan secara lugas di bagaimana APRESIASI kita ayang ujungnya menunjukkan pada PARTISIPASI pada apa dan bagaimana, dilanjutkan dengan AFILIASI dan berakhir dengan KONTRIBUSI kita

Dec 6

Besi itu kuat, tetapi api dapat melelehkannya.
Api tiu kuat, tetapi air mampu memadamkannya.
Air itu kuat, tetapi matahari bisa mengalahkannya.
Matahari itu kuat, tetapi awan dapat menghalanginya.
Awan itu kuat, tetapi angin mampu memindahkannya.
Angin itu kuat, tetapi manusia mampu menahannya.
Manusia itu kuat, tetapi ketakutan bisa melemahkannya.
Ketakutan itu kuat, tetapi tidur bisa mengatasinya.
Tidur itu kuat, tetapi mati ternyata lebih kuat.
Yang terkuat adalah kebaikan, ia takkan hilang setelah mati.

Nov 8

Ada yang suka teori, ada yang suka praktek, ada yang nggak suka keduanya (artinya, nggak suka belajar donk :). Begitu juga dengan belajar komputer, ada yang pake modul, berurutan, detail, atau lembar kerja yang penuh gambar atau screenshoot dan langkah-langkah yang praktis, dan ada juga yang suka lewat video tutorial, serta ada yang suka langsung praktek dengan ditemani seorang instruktur, apalagi praktik membuat proyek IT (yang sudah disetujui proposalnya dan gede honornya, hehehe). Yang jelas semua itu hanyalah jalan dan sarana untuk menguasai penggunaan hardware dan software komputer.

Ibaratnya kita ingin melakukan perjalanan keluar kota, apa sih yang kita persiapkan pertama kali, (coba deh pikirkan dan jawablah), ada yang mengatakan bekal pakaian, ada lagi yang menjawab ‘Uang !’ (apa ini tipe cowok or cewek matre ya?!), atau kendaraan, yaa memang sih semua itu penting, but semua itu nggak pas kalo kita sendiri belum jelas kota mana yang menjadi Tujuan !

Sarana dan prasarana serta cara kan menyesuaikan dengan tujuan. Nah begitu juga dengan pelajaran komputer, asalkan kita jelas apa tujuan adanya software tersebut atau apa yang kita inginkan dengan software tersebut, maka kita akan mudah mecarai cara, memilah dan memilih yang tepat guna (efektif dan efisien) untuk kita terapkan, yang penting tujuan kita tercapai, iya nggak ?!

Ini yang pernah saya alami, ketika pertama kali belajar membuat weblog, dari memesan, membayar, memiliki domain sendiri, serta membuka mySql, FTP, Fillezila, upload hingga menginstalasi blog ini, nikmatnya  learning by doing, mau coba belajar, Desain Grafis, webdesain, animasi flash and macromedia director, video shooting dan editing, atau ngerakit komputer, coba aja contact daku, thanks moga sukses ya.

Nov 8

Setiap manusia normal pasti memiliki masalah. (Yang nggak normal adalah merasa nggak punya masalah or merasa paling bermasalah !). Pertanyaannya, untuk apa kita punya masalah, mengapa Tuhan memberi kita masalah ?
Sebelum dilanjutkan alangkah baiknya kita memaknai ulang apa itu masalah, secara ringkasnya masalah adalah ‘jurang’ atau ‘jarak’ atau ‘beda’ antara idealita dengan realita, antara keinginan dengan kenyataan, antara harapan dengan sejatinya apa yang terjadi.
Nah baru deh kita bisa memahami apa sebenarnya ‘maksud’ Tuhan memberi kita masalah. Pertama fahamilah bahwa Tuhan tidak akan membebani kita di luar kesanggupan yang kita punyai, artinya pada saat kita dibebani ‘musibah masalah’ maka pada saat yang sama sebenarnya kita dikasih ‘anugerah kemampuan untuk menghadapinya’. Hanya saja kemampuan ini baru berupa potensi yang masih harus dikembangkan dengan ilmu, kefahaman dan kesungguhan, serta harus dipupuk dengan keyakinan bahwa kita mampu menghadapinya. Kedua, Tuhan sedang mendidik kita untuk sungguh-sungguh memahami apakah idealisme atau sesuatu yang kita idealkan itu memang sudah sesuai dengan apa yang IA gariskan, agar kita cerdas dalam memilih dan memilah masalah mulai dari tingkat prioritas, sampai dengan perlu tidaknya hal tersebut kita permasalahkan. Ketiga, untuk menyadarkan pada diri kita bahwa mental set, logika berfikir, perasaan kita harus dididik agar lebih kuat dan lebih cerdas serta jujur dengan nurani ketika menghadapi permasalahan yang akan datang. Keempat, Untuk menguji kita agar lebih ber’makna (naik kelas, naik tingkat) untuk layak mendapat nikmat selanjutnya, baik di dunia maupun akhirat.

Nov 8

Sudah menjadi fitrah manusia (aselinya) manusia untuk mencari kebenaran, inginkan rasa aman untuk masa depannya, termasuklah masa depan di akhirat. Yang terkadang semangat atau ghirah mencari ‘rasa aman’ itu lebih besar ketimbang daya tahan (mental set maupun mindset) untuk berproses dalam kebenaran. Yang pada akhirnya bisa menjadi pribadi muslim ter’jebak’ untuk ‘mengklaim dirinya benar’, ’sudah bergabung dengan Tuhan’, berada di ‘jalan yang benar’, tanpa berusaha sungguh-sungguh (jihad) untuk ‘membandingkan’ atau pun mengecek ulang ‘kebenaran’ yang sudah didengarnya. Setidaknya, saya mengambil hikmah dari perkataan para ulama, ada tiga ukuran pribadi muslim yang lurus, yang berusaha untuk tidak tersesat di jalan yang ia kira benar. Ketiganya adalah : Mas’uliyah (adanya jiwa kepemimpinan yang siap bertanggungjawab), Manhajiyah (termetodologi, punya sistematika pemahaman yang jelas, wadhih atau gamblang dan shahih atau benar), Maroja’iyah atau berusaha memiliki rujukan yang jelas.

Nov 8

Met bergabung di my blog, sebenarnya udah diluncurkan beberapa hari sebelum teks ini di postingkan (pertama kali tanggal 8 Nopember 2007), tapi baru belajar nih, hingga error-error tuh data di server,  setidaknya weblog dengan nama domain www.fadlyriza.com ini dinyatakan launching sejak tanggal 30 Oktober 2007, pas ultahku, moga bermanfaat dan mencerahkan ya..